Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan



Indeks Berita

Hampir Dikepung Warga, Terduga Penggelapan Sepeda Motor Diamankan Polisi

Rabu, Februari 24, 2021 | 22:32 WIB Last Updated 2021-03-18T22:31:24Z
Foto : Dok. Humas polres Dompu.

GARDANTB.COM|Dompu, - Polsek Woja dibantu Personal Polres Dompu berhasil mengamankan Terduga Pelaku Penggelapan Sepeda Motor yang nyaris di amuk massa di Desa Baka jaya, Rabu (24/1/21) Sekitar Pukul 12.20 Wita.


Terduga berinisial AR (26), Warga Dusun Buna Desa Madaprama, diduga melakukan penggelapan sepeda motor milik Korban Muhtar warga Desa Baka jaya, Kecamatan Woja.


Kapolres Dompu melalui Paur Subbag Humas polres Dompu, AIPTU Hujaifah menggambarkan, pengamanan terhadap AR cukup alot, karena personel harus berjibaku dengan massa (warga setempat) yang hendak menghakiminya. Namun berkat keuletan, upaya persuasif dan humanis yang dilakukan secara perlahan, AR berhasil diamankan dari kepungan massa.


Lanjutnya, Pidana penggelapan ini bermula sekitar pertengahan tahun 2019 silam, AR dan korban berboncengan menggunakan sepeda motor Merk Yamaha Type Jupiter MX milik korban menuju gudang jagung milik PT. Segar, di Desa Tekasire. Setiba di gudang jagung, AR meminjam motor korban dengan alasan mau ke rumah bosnya untuk meminta uang, tanpa menaruh curiga Korban menyerahkan Sepeda motornya pada AR.


"Setelah sekian lama menunggu, motor tidak kunjung balik, korban akhirnya pulang menumpangi kendaraan umum (bemo) dan langsung memberitahukan pada keluarganya, kalau motornya diduga dibawa kabur oleh AR,"ujarnya.


Hujaifah Menjelaskan, Tepatnya hari ini, rabu (24/2/2021) Sekitar Pukul 11.30 Wita, saat korban tengah dalam perjalanan dari Manggelewa menuju dompu menumpangi kendaraan umum (bemo). Dalam kendaraan tersebut tak dinyangka olehnya. AR yang selama ini ia Cari, ditemukan dan kebetulan satu tumpangan dengannya.

Foto : Terduga Pelaku AR.

Sontak korban menanyakan terkait motornya yang dibawa pelaku 2019 silam, AR mengelak dan tidak mengakui perbuatannya. Korban pun kemudian mengajak AR ke rumahnya untuk bermusyawarah. Setiba di rumah korban, AR tetap tak mengakui perbuatannya. sehingga terjadi perdebatan yang alot, Korban pun mengancam akan melaporkan masalah ke pihak Kepolisian. 


"Karena takut, akhirnya AR mengakui perbuatannya dan menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut ia gadaikan ke warga Desa Doro peti, Kecamatan Pekat senilai 2,5 juta,"terangnya.


Rupanya kata Hujaifah, perdebatan korban dan AR diendus warga setempat, setelah diketahui warga duduk persoalannya warga pun geram dan terpancing untuk menghakimi AR. Sementara Mengetahui hal itu salah satu personel Polsek Woja Bripka Ruslansyah membawa AR ke rumahnya guna menghindari aksi brutal warga.


Namun Sambungnya, tak lama kemudian massa semakin banyak sehingga Bripka Ruslansyah menginformasikan kepada Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris. Selanjutnya oleh Kapolsek memerintahkan anggotanya untuk segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menghubungi Polres Dompu untuk penambahan jumlah personel.


"Kapolsek Woja dan personel Polres Dompu tiba di TKP, dan melakukan upaya pendekatan dengan warga, setelah melalui proses yang alot Akhirnya AR berhasil dievakuasi. Selanjutnya dibawa ke Mapolres Dompu untuk proses hukum lebih lanjut,"tandasnya. 


{GARDA-01}

×
Berita Terbaru Update