Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kehidupan Sosial Masyarakat Desa dan Lambatnya Perkembangan Ekonomi

Kamis, Juni 17, 2021 | 19:16 WIB Last Updated 2021-06-17T11:16:52Z
Foto: Penulis. Dok: GARDANTB.com.


GARDANTB | Mataram.-
Penduduk desa umumnya memiliki aktivitas yang menjadi ciri khasnya, yaitu bekerja sebagai petani atau nelayan. Bertani atau nelayan terbilang perkerjaan yang masyarakat desa lakukan setiap hari. Jika pergantian musim tiba dari musim kemarau ke musim hujan akrap kali masyarakat desa, akan turun kesawah atau keladang untuk bercocok tanam, guna untuk memenuhi kebutuhan skunder dan primer. 


Masyarakat desa yang bekerja sebagai nelayan tergantung cuaca, dan pada musim kemarau juga nelayan bisa saja tidak bekerja jika arus laut searah atau berlawanan. Pemasaran hasil ikan tangkapan yang dilakukan oleh nelayan, yaitu dengan cara menjualnya melalui agen perantara yang ada di desa tersebut atau bahkan menjualnya di pasar dengan harga yang terbilang lumayan murah. 


Kehidupan ekonomi masyarakat di desa memiliki sumber daya alam yang relative banyak, namun perkembangan ekonomi di perdesaan dirasakan masih sangat lambat walaupun tersedia berbagai sarana dan prasarana dan komunikasi. Jika dibandingkan dengan kehidupan ekonomi di perkotaan, adanya perbedaan laju perkembangan ekonomi daerah pedesaan dan perkotaan, diduga disebabkan oleh beberapa factor di satu pihak di daerah perkotaan lebih berkembang kekuatan" Penyebaran efek" dan sebaliknya kekuatan "efek backwash" lebih berkembang di daerah perdesaan.


Dilain pihak kurangnya kesempatan masyarakat desa untuk mengembangkan hasil sumber daya alam karena kurangnya ruang produksi, sewalaupun banyak SDM tapi itu semua tidak menjamin berkembangnya sumber daya alam. Jika tidak ada alat modern yang tersedia di pedesaan. 


Kegiatan Bertani yang dilakukan oleh masyarakat desa tidak berasaskan pada keahlian mereka yang terpenting mereka kuat untuk bekerja. Kehidupan di desa jika ada pembangunan seperti masjid, jalan, rumah atau acara syukuran yang diadakan oleh masyarakat setempat. mereka akan bekerja secara bergotong royong untuk menyelesaikannya.  


Kehidupan social masyarakat desa dan kota terbilang sangat jauh berbeda, namun tidak bisa dipisahkan dalam interaksi kehidupan. Masyarakat desa memiliki hubungan yang sangat erat antara satu sama lain dan kehidupan mereka relative berasas kekeluargaan. Kehidupan masyarakat di desa saling melengkapi, jika ada salah seorang masyarakat yang kehidupannya relative tidak mampu maka masyarakat setempat akan membantunya seperti memberikan Sebagian rezekinya. Hidup di pedesaan sangat menarik dan indah karena bisa kita rasakan keharmonisan dalam kehidupan berklompok yang tidak bisa kita dapatkan di perkotaan. 


Penulis : Eka Kurniati, Mahasiswi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Mataram.

×
Berita Terbaru Update