Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan



Indeks Berita

Perduli Terhadap Generasi, Karmila Bangun Sekolah Rakyat Gratis

Rabu, Agustus 11, 2021 | 14:11 WIB Last Updated 2021-08-11T06:11:01Z
Ist.

GardaNTB.com,Bima.- Karmila Salah satu mahasiswi sekaligus tokoh pendidik muda yang masih duduk dibangkuk kuliah di Kampus STKIP Bima, mendirikan sekolah rakyat gratis di pedesa'an pertama kali didesa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.


Hal itu dilakukannya untuk membuka pengetahuan baru bagi anak muda, agar dapat mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin berkualitas di mata dunia.


Disisi lain, Karmila menyadari minimnya kualitas pendidikan di desanya. karena penduduk tidak mampu memasukkan anaknya di sekolah-sekolah formal yang biayanya cukup mahal. Sehingga akhirnya ia berkeputusan untuk mendirikan sekolah rakyat gratis.


Pada sesi tersebut, Karmila menjadi satu-satunya wakil warga Sai untuk merangkul masyarakat yang akan dijadikan sebagai murid belajar. Kerena baginya, kemajuan pendidikan melalui sistem pendidikan berkelanjutan dan responsif dalam menghadapi masalah dan kebutuhan di lapangan begitu penting, Serta memastikan bahwa pendidikan dapat diakses seluruh anak dan memiliki tujuan terarah.


Salah satu tema yang diangkatnya adalah masalah kebutuhan pendidikan berkualitas, juga terjadi di Sai. Dimana masih cukup banyak siswa yang tidak bisa mengakses pendidikan layak dikarenakan berbagai kondisi. 


Menurutnya, beberapa faktor penyebab di antaranya, mulai dari kurangnya tenaga pendidik, sulit akses menuju tempat belajar. Sampai dengan biaya tinggi yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.


"Pendidikan itu bukan hanya menyediakan konten berkualitas, tapi keseluruhan prosesnya,"kata Karmila, Rabu (11/7/21).


Karmila menyampaikan, di Sekolah Rakyat ini mendukung siswa untuk memahami dirinya melalui tes tingkat kesadarannya terhadap lingkungan, mengukur progres belajar melalui tingkah lakunya dalam berkeluarga dan partisipasinya di masyarakat.


"Kami juga membantu pelajar memahami pelajaran dengan meluaskan pengetahuannya. Berdasarkan keadaan alam sekitar dan tentang jati dirinya. Serta menyertai studi-studi lain, seperti yang biasa diajarkan di sekolah sekolah formal,"jelas karmila.


Ia melihat bahwa saat ini penting bagi anak muda untuk mengasah skill dan aktivitas dalam membangun semangat kerja kolektif disamping pendidikan formal. (GARDA-TIM).

×
Berita Terbaru Update