Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sekdis Disparpora KSB: Sektor Pariwisata Mampu Bertahan Hingga Ratusan Tahun

Selasa, Agustus 24, 2021 | 01:08 WIB Last Updated 2021-08-23T17:08:25Z
Ist.


Gardantb.com, Sumbawa Barat. - Sekretaris Dinas (Sekdis) Parawisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Zainuddin, SH.,MM mengatakan bahwa sektor pariwisata mampu bertahan hingga ratusan tahun.


Hal itu disampaikannya saat rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk menyatukan pandangan terkait penataan kawasan wisata pantai Maluk yang diinisiasi oleh Forum Pimpinan Media Nusa Tenggara Barat (FPM-NTB), Bertempat di Rumah Kebun Kompleks KTC, Ahad (22/8/2021).


Dr. Zain sapaan akrab Sekdis Disparpora KSB ini menjelaskan, khalayak ramai masih memandang pariwisata sebelah mata, mereka tidak menyadari bahwa masa depan negeri ini termasuk Kabupaten Sumbawa Barat ada pada sektor pariwisata.


"Mengapa saya bilang demikian, ok...saat ini kita masih bangga dengan sektor pertanian, sadar tidak sadar, bahwa setiap tahun sektor pertanian kita berkurang 20 hingga 30 hektar, sementara lahannya tetap dan tidak bertambah karena lahannya pasti akan dibuat pemukiman,"jelas Dr. Zain.


Sebab itu, Dirinya mengatakan bahwa hanya sektor pariwisata yang mampu bertahan hingga ratusan tahun. Akan tetapi, lanjutnya, membangun sektor pariwisata juga tidak semudah yang difikirkan karena membutuhkan proses dari perencanaan dan kapan akan dimulai penataan sektor pariwisata tersebut.


"Contohnya kita lihat saja wisata di Badung Bali, sebelum pandemi Covid-19, PADnya hingga 5 triliunan, dan di sana tidak ada sektor pertanian. Adapun orang yang menanam padi disana, itu hanya untuk prewedding, begitu juga untuk sektor lainnya disana. Jadi ini yang saya harapkan akan terjadi bagi Kabupaten kita ini,"bebernya.


Jadi pada intinya, kata Dr. Zain, dirinya ingin mengunggah hati dan mengajak seluruh pemuda-pemudi khususnya teman-teman media yang memiliki kepeduli yang sangat luar biasa terhadap sektor-sektor pariwisata yang ada di 'tanah pariri lema bariri'.


"Saya sebagai putra asli Kabupaten Sumbawa Barat sangat bangga dan berterima kasih kepada FPM-NTB yang memiliki niat baik dan peduli terhadap sektor pariwisata sehingga menginisiasi penataan wisata pantai Maluk. Semoga ini dapat menjadi contoh terhadap generasi muda kita lainnya,"pungkas Dr. Zain.


Diketahui, bahwa FPM NTB menginisiasikan progres agar wisata pantai Maluk di Desa Pasir Putih Kecamatan Maluk segera di tata sehingga wisatawan mancanegara yang kiranya ingin berkunjung ke 'tanah pariri lema bariri' khususnya di Kecamatan Maluk dapat betah dan tinggal beberapa hari.


Hal itu mengingat, bahwa di tahun 2022 mendatang, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan banyak di kunjungi oleh jutaan wisatawan mancanegara karena akan berlangsungnya pegelaran MotoGP di sirkuit Mandalika Pulau Lombok.


Kemudian, para wisatawan mancanegara tersebut tentunya akan memberikan multiplayer efek berupa menambah peluang kerja dan dapat meningkatkan perkonomi baik untuk para pelaku UMKM, Penyedia Home Stay, Pemilik restoran, pedagang-pedagang kecil, Fokdarwis dan Masyarakat setempat.


Turut hadir dalam agenda tersebut, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Heru Muslimin, S.I.K.,M.IP, Kapolsek Maluk, AKP Sidik Pria Mursita, SH. Danramil Maluk-Sekongkang, Yusman. Sekretaris Kecamatan Maluk, Hendra Jaya.  Kabid Tibtram Satpol PP KSB, Rato Hendra, SH. Kabid Dinas Lingkungan Hidup, Dedi, PPK Diskoperindag KSB, Apriadi Boy, perwakilan BPN, Ihwanun Mudhofir Hariri, SH dan para pelaku wisata di pantai Maluk. (GARDA-TIM).

×
Berita Terbaru Update