Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan



Indeks Berita

Patuhi Prokes, STISIP Mbojo Bima Wisudakan 204 Mahasiswa

Sabtu, September 18, 2021 | 22:45 WIB Last Updated 2021-09-18T15:19:57Z
Dok. Ist.


Gardantb.com, Kota Bima.- Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Mbojo-Bima melaksanakan rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis Ke-40 Angkatan Ke- 44 tahun akademik 2021.


Dalam Dies Natalis yang dilaksanakan di Aula Kampus setempat, Sabtu (18 /9/21) mewisudakan sebanyak 204 mahasiswa. Dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.


Ketua Yayasan STISIP Mbojo, Drs. Muhtar Yasin, M. Ap dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap wisuda bagi perguruan tinggi merupakan seremoni yang menandai berakhirnya sebuah proses pendidikan, sekaligus merupakan indikator berlangsungnya aktivitas akademik dengan baik.


"Sesungguhnya wisuda merupakan sebuah bentuk pertanggung jawaban penyelenggaraan kepada masyarakat dan pemerintah,"ujarnya.


Dijelaskan bahwa Wisuda bagi para wisudawan dan wisudawati menjadi tanda berakhirnya proses belajar secara akademik. "Namun pada hakekatnya, justru menjadi awal untuk memasuki kehidupan nyata yang penuh tantangan dan romantika, serta memerlukan upaya agar terus mengembangkan diri melalui kontes belajar akademik,"pungkasnya.


Sementara itu Ketua STISIP Mbojo Bima, Drs. Mukhlis Ishaka M. Ap menyampaikan, Para lulusan adalah duta STISIP Mbojo-Bima. Oleh karena demikian, pihaknya menitipkan nama Institusi STISIP Mbojo Bima.


Karena menurutnya, ketika saudara-saudari berhasil di masyarakat maka nama STISIP akan baik. Begitupun sebaliknya, apa bila saudara-saudari gagal, termasuk terlibat dalam kasus yang merugikan daerah dan negara nama STISIP akan terbawa pula.


Ia menambahkan, Tidak ada satupun perguruan tinggi yang mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan kaidah- kaidah kebaikan dan bersifat yunifersal. Karena itu nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan seharusnya tertanam pada diri setiap lulusan, sebagai cerminan dari leluhuran budi.


"Apabila digabungkan dengan ilmu pengetahuan, serta semangat pengabdian sebagai wujud nilai kepahlawanan pada masa kini, Insya Allah akan menjadi amunisi yang besar untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi,"tutupnya. (GARDA-RED).

×
Berita Terbaru Update