Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan



Indeks Berita

Anjloknya Harga Bawang Merah, Front Petani BM Audensi Dengan DPRD Kabupaten Bima

Kamis, November 11, 2021 | 16:55 WIB Last Updated 2021-11-11T10:29:23Z
Foto: Dok. Ist.

Gardantb.com, Kota Bima.- Puluhan pemuda dan petani kecamatan soromandi yang tergabung dalam Front Petani (BM) Kabupaten Bima, Kamis (11/11/21) melakukan audensi di Ruangan Komisi II DPRD Kabupaten Bima terkait Anjloknya harga Bawang Merah, kelangkaan Pupuk subsidi dan pembagian bibit jagung yang dinilai tidak merata.


Koordinator, Andi Gunarso dalam Audensi itu menyampaikan, bahwa harga bawang merah di tahun 2021 ini sangat mencekik Petani. Dimana harga bawang merah sejak bulan Juli menurun sampai Rp.10.000 Hingga Rp. 6.000 Per/Kg.


Sedangkan kata Andi, harga obat-obatan setiap hari mengalami kenaikan yang cukup drastis, tidak sebanding dengan harga penjualan bawang merah. "Oleh Karena itu Kami meminta kepada DPRD Kabupaten Bima untuk segera memanggil dinas-dinas terkait agar membahas keberlanjutan nasib petani saat ini,"ungkapnya.

Andi juga menyetil terkait kelangkaan pupuk Subsidi. Menurutnya pemerintah daerah harus terus berupaya agar tidak terjadi kelangkaan pupuk. Mengingat masyarakat Petani saat ini sangat membutuhkan Pupuk subsidi.


Disisi lain, Ardin, SH menyoroti soal pembagian bibit jagung yang tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan Usulan RDKK. Karena berdasarkan Usulan RDKK, bibit yang seharusnya adalah NK dan Biji 18. "Namun yang dibagikan ke Masyarakat petani adalah bibit NK dan Bestra,"Terangnya.


Selanjutnya, Sesuai dengan penyampaian perwakilan Komisi II DPRD Kabupaten Bima, Ramdin SH, akan segera melakukan Koordinasi ke dinas pertanian dan Disperindag Kabupaten Bima untuk menindaklanjuti tuntutan Front Petani BM.


"Insya Allah, hari Senin ini akan ada kabar terkait Koordinasi kami dengan dua dinas terkait,"bebernya.


*GARDA-01*

×
Berita Terbaru Update