Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan



Indeks Berita

Bunga Peradaban, Permendikbud No 30 Tahun 2021 Menuai Pro dan Kontra

Kamis, November 11, 2021 | 14:55 WIB Last Updated 2021-11-11T06:55:41Z
Foto: Nurul Asmayati, S.Pd/Foto/Dok: Ist.

Gardantb.com, Lombok. - Bunga peradaban mengankat bicara sesuai dengan Permendikbud No 30 Tahun 2021 sebagai jalan keadilan bagi korban kekerasan seksual dan angin segar untuk Mahasiswa perguruan Tinggi.


Sejak dikelurakannya permendikbud No 30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi kian memancing reaksi banyak pihak, ada yang mendukung dan ada juga yang kontra. karena  menuding aturan ini seakan melegalkan zina, sekalipun sudah dibantah oleh PLT kemendikbudristek.


Menurut salah satu pendiri Bunga peradaban sekaligus Ketua Kopri Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mataram Masa Khidmat 2019-2021, Nurul Asmayati, S.Pd Satgas pencegahan dan penanganan kekerasaan seksual di Perguruan Tinggi ini adalah jalan keadilan bagi korban kekerasan yang selama ini tidak berani sepeak up atas apa yang dialaminya, trauma  berkepanjangan, dan dikucilkan masyarakat.


Lanjut Nurul Asmayati, Korban warga negara Repubik indonesia yang memliki hak untuk dilindungi, dan berhak atas merdeka belajar. korban harus mendapat perhatian khusus, karna kekerasan Seksual ini memiliki dampak tidak baik pada kesehatan fisik, psikis dan kehidupan sosial masyarakat.


"Bagi mahasiswa pada umumnya untuk mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan perguruan tinggi serta menjadi langkah nyata keberpihakan pemerintah pada keresahan bagi mahasiswa yang ingin terus berkarya,"harapnya.


Melalui permendikbud no 30 tahun 2021 ini mahasiswa diperguruan tinggi manapun dapat menjadikannya sebagai payung hukum.


"Saya mengajak semua mari berjuang bersama dalam melawan kekerasan seksual dan  menjadi agen yang selalu berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS), serta mewujudkan kampus merdeka dari kekerasan Seksual  dilingkungan perguruan tinggi pada khususnya dan masyarakat Republik indonesia pada umumnya,"tutupnya.


*GARDA-01*

×
Berita Terbaru Update