Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Peduli Warga Kilo Penderita Penyakit Syaraf, IMAWI Bima Serahkan Bantuan Dana

Selasa, November 30, 2021 | 01:13 WIB Last Updated 2021-11-29T17:15:03Z
Pengurus IMAWI Bima Foto bersama selesai menyerahkan bantuan Dana. Foto: Dok/Ist.

Gardantb.com, Kota Bima.- Sebagai wujud kepedulian dan perhatian terhadap Ahmad (42) tahun Warga Desa Kiwu Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu yang menderita penyakit saraf, Ketua beserta pengurus Ikatan Mahasiswa Ambalawi (IMAWI) Bima menyerahkan bantuan hasil penggalangan Dana.


Bantuan tersebut diserahkan melalui anak kandungnya, Mirnah yang menempuh pendidikan S1 di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Mbojo Bima, pada Senin (29/11/2021).

Foto: Penyerahan Bantuan oleh Ketua IMAWI, Fafan Sofiansyah Kepada Anak Kandungan Pak Ahmad.

Ketua IMAWI Bima, Fafan Sofiansyah Mengatakan, hal ini tiada lain sebagai wujud dan kepedulian terhadap pak Ahmad warga penderita penyakit Syaraf.


"Walau nominal bantuan tidak seberapa, muda-mudahan dengan langkah yang kami lakukan ini dapat meringankan beban bapak Ahmad dan keluarga,"ujarnya.


Kepada pak Ahmad yang mengalami kendala ekonomi untuk dirujuk ke rumah sakit, kita do'akan semoga Allah SWT cepat mengangkat penyakitnya. Sambung Fafan Sapaannya, Organisasi ini melakukan gerakan sosial kemasyarakatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. 


"Kami melakukan aksi penggalangan dana sudah 3 hari, pada kesempatan ini kami menyerahkan amanat masyarakat yang melintas di perempatan lampu merah,"ungkapnya.


Tidak lupa, Fafan juga mengucapkan Terimakasih banyak kepada semua pihak yang sudah memberikan bantuan, semoga bantuan bapak dan ibu dapat bernilai pahala disisi Allah SWT.


Ditempat yang sama anak kandung Bapak Ahmad, Mirnah menyampaikan harapannya, semoga dengan bantuan dari pengurus IMAWI bisa sedikit meringankan beban orang tuanya.


"Untuk organisasi IMAWI semoga tetap jaya, dan tetap bisa membantu orang yang membutuhkan,"harapnya.


Mirnah juga mengatakan, Kemarin bapaknya sudah di lakukan operasi untuk husus buntu. Setelah itu merencanakan untuk pergi operasi ke dua, yaitu operasi saraf di Mataram. Namun sebagian dokter mengatakan kalau sarafnya jangan dulu di operasi, tetapi di lakukan terapi sama rutin kontrol ke dokter syaraf.


"Tapi kalau dengan cara terapi belum juga ada perubahan, Maka akan di rujuk ke rumah sakit mataram untuk di operasi,"tuturnya penuh rasa haru.


(GARDA-RED)

×
Berita Terbaru Update