Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mi6: Bisa Jadi Pilgub NTB 2024 Terjadi Anomali Politik dan Rotasi Tempat Paket Zul Rohmi

Sabtu, Desember 25, 2021 | 04:41 WIB Last Updated 2021-12-24T20:41:15Z
Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH. Foto: Dok/Ist.

Gardantb.com, Mataram.- Mi6 menduga kekuasaan Politik Paket Zul-Rohmi sulit dipertahankan / Oleng dan  End Game, jika pada Pemilihan Legislatif (Pilleg) 2024, perolehan suara Nasdem secara akumulatif ungguli PKS. 


Apabila Nasdem NTB kelak menjadi Pemenang Pilleg 2024 disetiap dapil pemilihan, maka secara politik, Paket Zul Rohmi niscaya hanya akan menjadi album kenangan di Pilgub NTB. 


"Begitulah logika Politik elektoral dimana posisi tawar ditentukan perolehan jumlah kursi di parlemen. Makin besar suara kursi di parlemen, makin kuat bargain positionnya, termasuk dalam menentukan papan satu,"kata Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH melalui siaran pers yang dikirimkan ke media, Sabtu (25/12). 


Pria yang disapa didu ini melanjutkan tanda-tanda trend Politik Partai Nasdem mulai moncer bisa dicermati semenjak terpilihnya Hj. Sitti Rohmi yang juga Wagub NTB menahkodai Ketua Nasdem NTB. 


"Terpilihnya Sitti Rohmi memimpin Nasdem NTB merupakan strategi Partai Nasdem untuk meraih suara Jamaah NW, termasuk suara vote getter TGB, Kaum Perempuan sekaligus ingin menjadikan Rohmi sebagai ikon Pembaharu dari kaum hawa,"ujar didu. 


Nasdem NTB dibawah kepemimpinan Rohmi dipandang ingin menjadi lokomotif perubahan  bagi gerakan-gerakan pembaharuan disemua aspek kehidupan, tidak sekedar pencitraan semata. Nasdem lewat struktur maupun sayap partai tentu ingin memanfaatkan momentum dibawah kepempimpinan politik Rohmi akan menyemai dan membesarkan suara elektoral Nasdem di NTB. 


"Mi6 memprediksi setelah Partai Nasdem NTB usai melakukan konsolidasi internal, menuju Pilgub 2024  Nasdem akan melakukan serangkaian gebrakan-gebrakan moral dan politik untuk menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya,"urai didu sembari menambahkan tahun 2022/2023 akan terlihat serangkaian manuver politik dan kemanusiaan untuk meraih simpati publik. 


*Anomali Politik dan Rotasi Zul Rohmi*


Dalam konteks Pilkada serentak 2024, suka atau tidak suka, apabila perolehan suara kursi nasdem di pilleg besar mengungguli PKS ataupun mengungguli suara semua partai misalnya, maka penentuan papan 1 mutlak menjadi domain Nasdem maupun partai koalisinya yang baru sesuai legacy DPP Partai Nasdem tentunya. 


"Jika hari ini ada yang mendorong Zul Rohmi jilid 2 untuk Pilgub 2024 tidak soal, asal dalam pilleg 2024 suara elektoral PKS mengungguli Nasdem plus Dr. Zul /PKS mampu menyakinkan partai sekutunya untuk mendukungnya kembali,"tambah didu. 


Didupun mengecualikan lain soalnya jika terjadi turbolensi ataupun anomali politik paket Zul Rohmi tetap exsis, dimana Dr Zul mau bertukar posisi  menjadi Wakil Gubernur NTB jika benar suara PKS kalah unggul melawan Nasdem. 


"Jika rotasi atau pertukaran tempat  kepemimpinan benar terjadi, ini akan menjadi pembelajaran dan pencerahan politik yang luar biasa dalam tradisi pilgub, dimana Gubernur maupun bertukar tempat posisi Wakil,"imbuh didu. 


*Calon Alternatif Pilgub NTB*


Mi6 menilai Pilkada serentak 2024 sangat menarik karena terjadinya masa transisi selama setahun lebih, dimana semua petahana kepala daerah di NTB akan melepaskan jabatannya sebelum mengikuti konstestasi lagi. 


"Dengan konstruksi Politik demikian, kuat dugaan akan memunculkan peluang calon/ figur baru dalam Pilgub NTB 2024 diluar figur atau stok lama yang kerap muncul dalam setiap konstestasi,"kata didu. 


Lelaki yang pernah eksekutif daerah Walhi NTB menambahkan saat ini rumorsnya sedang ada gerakan masiv secara kladestain untuk menyiapkan perangkat perangkat pemenangan menyongsong Pilgub NTB. 


"Pada saatnya "figur baru" tersebut akan muncul ke publik setelah semua perangkat pemenangannya siap untuk melakukan "test the water,"tukasnya. (GN-01).

×
Berita Terbaru Update