Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan



Indeks Berita

Guru To'i: Konflik Bisa Menjadi Energi Perubahan

Rabu, Januari 05, 2022 | 23:52 WIB Last Updated 2022-01-05T15:52:08Z
Foto: Akhdiansyah, S.H.i (Guru To'i) Saat memberikan Materi dalam Pekan Orientasi Fungsionaris dan Rapat Kerja PMKRI Cabang Mataram.

Gardantb.com, Mataram.- Konflik tak selamanya buruk, bahkan konflik yang dikelola dengan baik akan membuahkan produktifitas dan bisa menjadi energi perubahan. Demikian disampaikan Akhdiansyah, S.Hi atau Guru To'i sapaan akrabnya saat memberikan materi dalam Pekan Orientasi Fungsionaris dan Rapat Kerja Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Mataram pada, Rabu (5/12/21).


Anggota DPRD Propinsi NTB Komisi V Fraksi PKB Dapil 6 ini menyampaikan, manajemen konflik memang butuh keterampilan agar seorang pemimpin dapat mengelola konflik dengan baik. Sebab jika tak dikelola secara baik, konflik hanya akan menyebabkan hal-hal negatif, seperti perpecahan, permusuhan, dan persaingan yang tidak sehat.


"Namun sebaliknya, ditangan pemimpin yang terampil, konflik ini bisa menjadi energi perubahan yang positif. Sehingga setelah konflik mereda, berbagai pihak mendapatkan solusi dan meningkatkan produktifitas masing-masing,"Jelasnya.


Guru To'i berpose dengan Peserta dan menerima cendramata dari Pengurus PMKRI Mataram.

Guru To’i mengapresiasi kegiatan PMKRI Mataram ini, karena jarang-jarang mahasiswa hari ini yang mau belajar ilmu sosial seperti manajemen konflik dengan serius.


"Padahal ini salah satu modal dasar yang sangat penting dalam menjalankan organisasi,"Tambahnya.


Guru To’i menutup materinya dengan elaborasi gagasan Gusdur, bahwa konflik tak perlu di hindari tapi hanya perlu pengelolaan, karena dalam organisasi tak mungkin ada keseragaman karena masing-masing individu punya kepentingan masing-masing.


"Maka kebesaran hati untuk menerima perbedaan adalah hal yang niscaya. sehingga ada kalimat Gusdur yang akan jadi pamungkas materi saya ini, seperti tidak ada yang lebih penting dari politik, kecuali kemanusiaan itu sendiri,"Pungkas Guru To’i.


Sementara itu, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Mataram, Gerardus Umbu Pati menyampaikan terimakasih kepada Guru To’i, karena selain sebagai anggota DPRD yang menyampaikan aspirasi rakyat, Guru To’i juga Narasumber yang handal dalam manajemen konflik berbasis sosial komunitas.


"Kami hari ini serasa kuliah dari dosen ilmu sosial yang luarbiasa,"Kata Gerardus Umbu Pati.


Ia menambahkan, ilmu tentang manajemen konflik ini bisa menjadi modal awal semua pengurus agar menjalankan kegiatannya dengan produktifitas. (GN 02).

×
Berita Terbaru Update