Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan



Indeks Berita

Kades Tekasire Bantah Atas Tuduhan Pengelapan Dana BPJS Untuk Perangkat Desanya

Senin, Januari 17, 2022 | 23:56 WIB Last Updated 2022-01-17T16:05:21Z
Foto Kepala Desa Tekasire, Yan Sofian Herali.

GardaNTB.com, Dompu.-Kepala Desa (Kades) Tekasire, Yan Sofian Herali membantah atas tuduhan Muchktar Mbozo (Nama Akun Facebook) dalam statusnya yang menyangka dirinya telah melakukan penggelapan dana Iuran BPJS Perangkat Desanya.


"Saya sangat kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh Muchktar Mbozo dalam status Facebooknya. Kenapa mengambil keterangan sepihak, jangan asal main angkat bicara tampa mempertanyakan kebenarannya kepada saya,"ungkap kades kepada media ini via WhatsApp, Senin (17/1/2022).


Kades menjelaskan, Status Facebook akun Muchktar Mbozo itu berawal adanya salah satu perangkat Desa Tekasire Bapak Abdul Majid yang sakit dan di rawat di RSUD Muhammadiyah Bima, Sa'at itu beliau harus dilakukan operasi atas penyakit yang dialaminya. Namun beliau terkendala dengan kartu BPJSnya yang tidak aktif, karena belum dilakukan Pembayaran.


"Akibat hal itu beliau harus membayar uang operasi sebesar Rp.8.000.000, sehingga hal ini mengundang kehadiran salah satu lembaga sosial (LKSA LPEPM Bima) mengunjungi bapak abdul Majid,"jelasnya.


Dari hasil kunjungan itulah, mereka mendapatkan keterangan. Namun kata kades, berdasarkan hasil komunikasinya dengan bapak abdul majid, tidak pernah memberikan keterangan demikian.


"Sumpah Demi Allah, saya tidak pernah menyatakan pada mereka kalau BPJS saya mati akibat kelalaian kepala desa, ini murni kelalaian saya pribadi yang tidak melakukan pembayaran BPJS. Karena dari hasil musyawarah kami akan bayar masing-masing BPJS yang kami punya, sehingga tidak perlu melakukan pemotongan gaji untuk bayar iuran BPJS, bahkan saya tidak kenal mereka. Demikian disampaikan bapak Abdul Majid,"terang Kades.


Disisi lain, Saat dirinya menggunjing bapak Abdul Majid, beliau menunjukan beberapa bukti dokumentasi berupa Rancangan penggunaan dana desa dan hasil musyawarah yang dilakukan, termaksud mengenai pembayaran BPJS perangkat Desa tekasire. Menurut kades, Dalam musyawarah itu semua perangkat desa sepakat bahwa masalah BPJS mereka akan melakukan pembayaran secara personal tampa harus memotong gaji.


"Perlu di ketahui, kami pun telah memberikan uang hasil patungan kami kepada bapak abdul majid sebesar Rp.9.000.000, hal ini kami lakukan sebagai bentuk rasa solidaritas kami kepada sesama profesi. Sungguh ini pencemaran nama baik, sehingga saya disalah asumsikan oleh masyarakat saya sendiri,"tuturnya.


Kades berharap kepada pemilik akun Facebook Muchktar Mbozo agar sekiranya menghapus postingan itu dan meminta maaf atas tindakan yang dilakukan. "Kalau tidak saya akan tempuh jalur hukum,"pungkas Kades. (GN-01).

×
Berita Terbaru Update