Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan



Indeks Berita

Guru To'i Ajak Pemuda Berwirausaha Agar Tidak Miskin

Rabu, Februari 16, 2022 | 04:01 WIB Last Updated 2022-02-15T20:01:49Z


GardaNTB.com, Kota Bima - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Akhdiansyah, S.Hi Dapil VI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini duduk di Komisi V menggelar kegiatan Koloqium Enterpenier Muda dalam rangka meningkatkan wirausaha paska pandemi Covid-19 di kelurahan Penaraga, Kota Bima, Selasa (15/2/2022).


Menurut Sekretaris PKB Kota Bima, Ismet Jayadi dalam kegiatan ini alhamdulillah sudah menghadirkan pengusaha muda berbakat seperti pengusaha Perikanan, Pegilingan Padi, dan Pengusaha lainnya.


Lanjut Ismet, Koloqium secara harafiah adalah seminar namun untuk menginggatkan kembali pada masa mahasiswa gerakan gerakan Koloqiuum merupakan duduk santai sambil ngopi baru bisa lancar diskusinya.


"Semoga dengan kehadiran Duta PKB NTB ini bisa melahirkan wirausaha muda yang sukses di kota bima maupun kabupaten bima,"harapnya.


Sementara yang dipercayai sebagai narasumber satu satunya Guru To'i menyampaikan, wilayah NTB hari ini adalah daerah yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangatlah luar biasa, seperti Lombok memiliki wisata dan pertanian. Sementara di pulau sumbawa ada tambang, Perkebunan, perikanan dan pariwisata. 


"Namun Sumber Daya Manusia (SDM) masih kurang, misalnya tambang tidak ada orang lokal yang mengelolanya, tetapi malah sebaliknya dikelola oleh orang diluar daerah bahkan luar negri,"jelasnya.


Selain itu, ada Sirkuit Mandalika yang sudah dikenal dikanca dunia namun tidak ada atlet lokal yang disediakan, dipulau Sumbawa ada Samota yang mesti dikelola dengan baik.


Guru toi dipercayai sebagai ketua Tim Khusus, harus menciptakan pengusaha muda lokal untuk mengembangkan prodak lokal dan wajib dilindungi, serta didorong agar dikenal di kanca nasional maupun internasional.


"Peningkatan ekonomi mikro merupakan salah satu langkah tepat untuk mengembangkan SDM lokal agar pemuda cepat maju. Generasi muda tinggal ambil bagian dalam bidang wirausaha tetapi harus menunjukan SDA lokal agar pemuda tidak lagi miskin,"terangnya.


Manajemen kadang lemah walau yang lain sangat tinggi, contoh  harga jagung itu 1 kilo gram Rp. 5.500, namun ada pesaing usaha jagung daerah lain sehingga pada harga bîsa naik turun. 


"Peluang usaha pasca covid-19 adalah energi perubahan bagi generasi muda, dan tidak akan ada lagi pemuda yang miskin,"bebernya.


Diakhir penyampaian materinya, Guru Toi mengajak pemuda ayo berwirausaha dan dilanjutkan dengan diskusi sehingga ada benang merahnya. (GN-02).

×
Berita Terbaru Update