Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

INOVATIF: Mahasiswa KKL UNSA Sulap Daun Kelor Jadi Kerupuk dan Minuman Herbal

Rabu, September 14, 2022 | 02:40 WIB Last Updated 2022-09-13T18:40:14Z

GardaNTB.com, Sumbawa. -KKL Tematik di Desa Ongko Kec. Empang dengan tema “Pemanfaatan Sumber Daya Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Berkearifan Lokal Bertaraf Internasional”. Kelompok IV KKL UNSA yang di bimbing oleh Bapak Dr.Subhan Purwadinata,SE.,ME. yang berjumlah 12 orang ini sudah banyak melaksanakan program salah satunya pengolaham daun kelor menjadi kerupuk dan minuman herbal yang dilounching bersama masyarakat Ongko pada Minggu (09/09/22). 


Adekayanti salah satu anggota KKL UNSA bersama mahasiswa lainnya, mengajarkan masyarakat setempat cara mengolah daun kelor menjadi minuman herbal dan kerupuk dengan cara yang sederhana. Daun kelor cukup dikeringkan selama tiga sampai lima hari. Untuk kerupuknya kita membutuhkan bahan – bahan berupa bibit kerupuk, terigu, dan tambahan sedikit garam. Proses penjemuran untuk kerupuk berlangsung selama empat atau lima hari tergantung dengan kondisi cuaca.


“Teh daun kelor dapat dinikmati dengan memberikan sedikit tambahan madu dan jeruk nipis. Sementara untuk kerupuknya bisa langsung digoreng dan dijadikan sebagai pendamping lauk ketika makan. Selain itu harapan kami olahan ini dapat menjadi salah satu kegiatan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Ongko,”tambah Adekayanti, Mahasiswa Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi dan Manajemen.


Rian partawijaya selaku ketua kelompok menyampakan bahwa “Ide untuk menyulap daun kelor menjadi kerupuk dan minuman herbal dikarenakan di Desa Ongko banyak ditemukan daun kelor. Bahkan selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan daun kelor sebagai sayuran saja, padahal, banyak sekali olahan yang dapat dibuat dari daun kelor, salah-satunya kerupuk dan minuman herbal. 


“Teh herbal dan kerupuk dari daun kelor berpotensi menjadi andalan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) karena memiliki khasiat untuk merawat sistem pencernaan, mengurangi tukak lambung, serta mengandung antioksidan yang berguna bagi tubuh. Selain sehat juga juga bernilai ekonomi,"tutupnya.


Sementara Kepala Desa Ongko, Masbuana, SP dalam sambutanyan sangat mengaprisiasi inovasi mahasiwa KKN dan berterikasih karena telah mengajarkan masyarakat ongko dalam mengolah daun kelor ini. ”Teh herbal dan kerupuk daun kelor sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Ongko. Hasil olahan ini bisa dimasukkan ke dalam produk UMKM Desa Ongko,” ungkapnya.


"Harapan kami semoga dengan hadirnya produk ini dapat menjadikan inisiatif bagi desa lain yang memiliki potensi daun kelor yang melimpah seperti desa Ongko untuk dapat menciptakan produk yang sama bagi peningkatan perekonomian masyarakat." Tutupnya (GN-01). 

×
Berita Terbaru Update